TACO Sudah Usang, Wall Street Sedang Gila-gilaan Bertaruh pada NACHO
Penulis: Rhythm
Di Wall Street, "transaksi TACO" (Trump Always Chickens Out) sudah ketinggalan zaman. Kini, semua orang membicarakan model perdagangan baru bernama "NACHO" (Not A Chance Hormuz Opens). NACHO adalah kebalikan dari TACO. Jika TACO bertaruh pada Trump yang akan mundur, NACHO bertaruh bahwa Selat Hormuz kali ini tidak akan bisa dibuka kembali.
Sejak serangan udara AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Selat Hormuz belum dibuka kembali. Harga minyak telah naik lebih dari 50% dibanding sebelum perang, dan ekspektasi suku bunga Fed untuk 2026 turun dari 2 kali menjadi 0 kali. Namun, S&P 500 justru mencapai rekor tertinggi baru, terkait selama 6 minggu.
Tanggal 23 Maret menjadi titik kritis kegagalan mode TACO. Ketika Trump mengklaim ada dialog dengan Iran, pasar bereaksi kuat, tetapi kemudian dibantah oleh Iran. Sejak saat itu, perilaku pasar berubah fundamental. Harga minyak mentah Brent tidak pernah kembali ke level sebelum perang, sementara S&P 500 terus naik. Kedua garis ini telah terputus.
NACHO bukan sekadar omongan, melainkan taruhan nyata di tiga pasar derivatif:
1. **Asuransi:** Premi asuransi perang untuk melintasi Selat Hormuz melonjak drastis, dari 0.125%-0.25% menjadi 1%-8%, meningkatkan biaya transit secara signifikan.
2. **Harga Minyak:** Struktur kurva harga minyak menunjukkan pasar percaya harga tinggi saat ini bersifat sementara tetapi akan berlangsung cukup lama (struktur backwardation curam).
3. **Suku Bunga:** Pasar telah memprediksi tidak akan ada penurunan suku bunga Fed pada tahun 2026.
NACHO juga menciptakan perpecahan di dalam pasar saham. Sektor energi (ETF XLE) meroket 31.63% sepanjang tahun, jauh mengungguli S&P 500 (+24%). Sebaliknya, sektor transportasi (ETF IYT) hanya naik 8.79%, tertekan oleh biaya bahan bakar tinggi.
Namun, taruhan NACHO memiliki tenggat waktu konkret: awal Juni. Perkiraan menunjukkan persediaan minyak komersial global yang dapat digunakan akan mendekati level "tekanan operasional" sekitar waktu itu. Jika Selat Hormuz masih tertutup, sistem persediaan bisa menghadapi kesulitan. Platform prediksi Polymarket menunjukkan probabilitas pelayaran normal di Selat Hormuz sebelum 31 Mei hanya 28%.
Intinya, pasar telah beralih: dari memperdagangkan postingan Trump berikutnya di Truth Social, menjadi memperdagangkan data persediaan minyak awal Juni di Selat Hormuz.
marsbit05/10 01:36